Selasa, 19 Januari 2021

Pentigraf, Dul Kemplu sang Polisi Hebat


Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Pak Polisi. Tetanggaku ini memiliki wajah yang tampan, berkumis tebal, bodi  atletis dan penampilan selalu necis. Tak satupun orang yang menyangsikan dia kalau dia bukan seorang polisi. 

Suatu hari dalam perjalanan pulang dinas beliau melewati jalan tengah sawah yang panjang dan sepi. Saat itu beliau hanya memakai kaos oblong dirangkapi jaket kulit hitam dan celana coklat. Dari kejauhan nampak oleh beliau ada beberapa orang sedang berkumpul dan beberapa motor yang diparkir tidak rapi. Setelah semakin dekat bisa disimpulkan sedang terjadi sebuah perkelahian.

Motor dinasnya diparkir di pinggir jalan tak jauh dari kerumunan. Lalu ditiuplah peluit keras-keras. Tanpa ragu beliau mendekati orang yang sedang berkelahi dengan meminta mereka untuk berhenti. Melihat ada polisi yang datang mereka menghentikan perkelahian. Beliau berkata kepada mereka," Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik-baik, gak begini caranya broo! Pulang ke rumah, selesaikan di rumah! Kalau ada yang ngeyel, saya bawa ke kantor saat ini jaga. Saya suruh temanku bawa mobil kesini untuk mengangkut kalian. Gimana?" Akhirnya mereka menurut dan takut dengan ancaman beliau. Setelah mereka pergi semua dari lokasi, baru beliau meninggalkan TKP. Ketika beliau hendak pergi, tiba-tiba melintas teman satu profesi beliau mengendarai motor dengan membawa beberapa tumpukan duz di depan dan di belakang duduk  Yu Markoneng sambil memangku belanjaan pasar berteriak, "Kemplu ditunggu Bu Denok di pangkalan, suruh nganter belanjaan."

#Januari19AISEIWritingChallenge

Senin, 18 Januari 2021

Pentigraf, Duh Malunya Bah...Kebangetan Njenengan


Cerita ini ada kaitannya dengan cerita pentigraf "Ibu Mana Hil?". Hari itu seperti biasa kami pulang sekolah mengendarai sepeda motor berbocangan. Sesampai di ATM BRI kami berhenti untuk mengambil uang di ATM. Sepeda motor di parkir, kami semua turun dari kendaraan. 

Istriku keluar dari ATM dan menghampiriku. Aku bergegas naik sepeda motor. Aku di depan, belakangku Dahil, dan terakhir istriku. Setelah semua naik motor aku gas. Ngeeeng.

Untuk mengantisipasi istri tertinggal aku mengajak dia mengobrol. Aku sampaikan padanya kalau aku ingin beli buah. Istriku diam tak menjawab. Mungkin masih marah dengan kejadian kemarin pikirku. Aku bercerita tentang kejadian di sekolah hari ini. Aku bercerita dengan semangat dengan tetap memperhatikan jalan. Lama-lama saya curiga, karena istriku tidak menyahut ceritaku. Tangan kiriku meraba boncengan. Mak Jleeb. Aku menengok ke belakang. Masya Alloh....terulang lagi. Aku putar balik motor kembali ka ATM. Sesampai di sana istriku tertawa-tawa. Katanya, "Owalah pak..pak. Aku uisiiin di tertawakan banyak orang. Bayangkan pak. Aku sedang mengangkat kaki mau mbonceng, lah njenengan ngegas motor. Aku teriak memanggil -manggil njenengan gak dengar, juga. Orang yang lagi antre ATM tertawa semua." Aku minta maaf atas keteledoranku. 

Minggu, 17 Januari 2021

Pentigraf, Ibu Mana Hil?


Hari Senin mungkin bisa dikatakan hari paling sibuk sedunia. Seperti hari ini, aku terjebak antrean di palang pintu rel kereta api jl. Pencil Kutowinangun. Badan jalan tidak begitu lebar, sementara pengguna jalan sangat padat.

Untuk menunggu kereta lewat bisa memakan waktu 10 menit. Bayangkan betapa gelisahnya para penunggu yang sebagian besar adalah pelajar dan guru yang harus tiba di sekolah sebelum pukul 7 teng. Tak heran mereka berebut mengambil posisi paling depan, sehingga kedua bahu jalan penuh terisi pengendara.

Saat itu aku naik motor bersama Dahil dan istriku. Ketika pas motor melintasi rel kereta, motorku slip. Maklum muatan berat dan kerikil rel kereta yang labil membuat motor sulit bergerak. Aku meminta istriku turun untuk meringankan beban. Dengan sedikit menambah gas, roda motor bisa terbebas dari rel. Setelah aku yakin istriku naik, aku melanjutkan perjalanan. Aku fokus ke jalan, karena jalan untuk melintas sangat sempit, badan jalan dipenuhi pengendara dari arah berlawanan. Hingga sampailah aku di depan sekolahku. Aku turun dari motor. Aku kaget setengah mati. Aku tak petcaya dengan mataku sendiri. Lalu kutanya Dahil, ponakanku tentang keberadaan ibu. "Ibu di rel kereta bah,"jawab Dahil.  Haaahhhh, tanpa pikir panjang aku langsung naik motor putar balik menyusuri jalan tadi. Selang beberapa saat bertemu istriku yang sedang berjalan kaki berkeringat dengan wajah marah. Aku tak berani menatapnya. Maafkan aku.

#Jan17AISEIWritingChallenge

Sabtu, 16 Januari 2021

Puisi untuk Bidadariku

Bidadari Cintaku
By Mohamad Bajuri

Wahai belahan jiwaku, apalah artinya hidup ini tanpa dirimu
Engkau diciptakan dari tulang rusuk yang hilang satu
Denganmu aku mampu berdiri tegak
Memandang dunia yang penuh gejolak

Aku rela menjadi pelayan cinta sepanjang usia
Akan kubuatkan istana di atas bukit kesabaran
Kupahati dinding peraduan dengan intan kesetian
Setiap pagi kusuguhkan madu kuat aroma keintiman

Seribu pohon bunga surga kutanam sekeliling hunian
Ditingkagi kicauan burung penuh keceriaan
Menyambut bidadari menggeliat dari mimpi
Agar asa dan azam tak pernah mati

Kalau kau mau belahlah dadaku
Pasti kan kau dapati namamu terukir indah
Tidak akan lekang oleh perputaran waktu
Karna aku mencintaimu bukan latah

Jumat, 15 Januari 2021

Om Jay Tertawa


Pagi ini saya mendapi komentar  Om Jay pada postingan Pentigrafku. WOW.....
Akhirnya saya mendapatkan apa yang kuharapkan selama ini. Komentar dari Sang Maestro Guru Bloger Nasional. Saya sangat bahagia dengan komentar pendek beliau. Terima kasih Om Jay sudah berkenan mampir di Blog saya.

Bagiku kehadiran beliau di blog adalah bagaikan suntikan amunisi penyemangat untuk terus menulis. Akan aku pegang kata-kata beliau, "Menulislah setiap hari, dan lihat apa yang akan terjadi." Sesibuk apa pun akan aku usahakan untuk menulis.

Menulis bukan masalah tidak punya waktu luang untuk melakukannya. Lebih tepatnya adalah luangkan waktu untuk menulis.

Apabila bingung apa yang akan ditulis, ketahuilah bahwa apa saja bisa dijadikan bahan tulisan.

Menulislah dari yang paling dekat dengan diri sendiri. Tulislah tentang apa yang paling disukai dari diri kita sendiri.

Menulis tidak harus banyak. Tulislah satu kalimat saja, terus menulis satu kalimat lagi, tulislah satu kalimat lagi. Nanti akhir bulan sudah tetdapat banyak tulisan.

Tulisanku kurang bagus. Ketahuilah bahwa bayi bisa berjalan membutuhkan waktu untuk belajar berjalan. Bayi tidak pernah merasa takut jatuh. Dia tidak kapok belajar berjalan walaupun ratusan kali harus jatuh dan berdarah. Bayi tetap semangat belajar berjalan tanpa merasa takut salah.

Menulispun seperti itu. Kebanyakan orang yang memiliki tulisan bagus karena sudah sekian tahun menulis. Teruslah menulis, jangan hiraukan perasaan kalau tulisan sendiri tidak bagus. Percayalah, seiring berjalannya waktu tulisan akan lebih baik .

Salam literasi.
#Jan15AISEIWritingChallenge

Kamis, 14 Januari 2021

Menulis Profil Pasangan


 

 Kamis Menulis Komunitas Lagerunal hari ini adalah menulis Profil pasangan dadakan. Peserta terlebih dahulu harus mendaftarkan diri melalui link yang dibagikan oleh admin. Admin akan mengacak semua peserta yang mendaftar untuk menentukan siapa pasangan yang akan dijadikan obyek tulisan. Setelah diacak, hasilnya dibagikan kepada peserta.

Kebetulan saya malam tadi agak telat membuka gawai. Saya membuka Hape sekitar pukul setengah sepuluh malam. Kaget juga melihat ada nomor baru yang mengechat saya. Rupanya beliau adalah Bu Hasanah, pasangan tantangan menulis profil. 

Beliau memberitahukan saya tentang hasil oplosan pasangan menulis profil dan daftar pertanyaan sebagai bekal untuk menggali informasi tentang pasangan menulisnya.

berikut adalah syarat dan ketentuan tema #KamisMenulis Tantangan Menulis Profil Teman:

1. Telah mengisi Form Pendaftaran untuk mengikuti tantangan;
2. Peserta yang mengikuti tantangan akan dibagi menjadi kelompok yang masing-masing terdiri dari         2 orang;
3. Kelompok akan dibagi secara acak oleh admin Lagerunal;
4. Masing-masing kelompok  akan diberi tantangan menulis profil. Contoh: kelompok 1 terdiri dari A         dan B, maka si A membuat profil si B, dan begitu juga sebaliknya si B membuat profil si A.
5. Profil yang dibuat berdasarkan hasil wawancara dengan pertanyaan sebagai berikut:
a. Sebutkan nama lengkap, dan TTL?
b. Jelaskan latar belakang pendidikan?
c. Jelaskan perjalanan riwayat perjalanan karir Anda?
d. Sebutkan prestasi yang pernah diraih?
e. Sebutkan motto kesuksesan Anda?
f. Jelaskan keluarga Anda, berapa putra dan putri?
g. Siapa orang yang paling berjasa bagi Anda?
h. Silakan pertanyaan lain yang ingin dikembangkan.
6. Profil teman kelompok dibuat  dalam bentuk narasi dan disertai foto diri yang bersangkutan;
7. Setelah selesai bisa didiskusikan dengan teman satu kelompok yang dibuat profil untuk dibaca                ulang atau diedit.
8. Posting profil teman kelompok yang Sobat Lage buat di blog masing-masing, sertakan juga                    backlink postingan blog teman kelompok Sobat Lage.

Setelah wawancara khusus dengan beliau, akhirnya inilah 
Profil Ibu Hasanah.



Nama E. Hasanah, biasa dipanggil dengan Bu Hasanah. Kadang juga orang menyebutku dengan Bu Hasan. Karena suamiku namanya Hasan. Aku lahir di Sukabumi pada tanggal 10 Agustus 1967. Bumi Sunda adalah surga bagiku, alamnya dan budayanya sangat aku cintai.

Riwayat Pendidikan. Saya lulus dari SDN Bojonggenteng lulus Tahun 1980. Kemudian melanjutkan ke MTs Al-Mansuriyah lulus tahun 1986. Melanjutkan ke SMAN Cibadak lulus  Tahun 1986. Setelah SMA saya melanjutkan studi Bahasa Inggris di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, lulus Tahun 1992. untuk menunjang karir saya melanjutkan S2 Manajemen Pendidikan .

Saat ini saya menjadi Pengawas Madrasah Aliyah pada Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya saya menjadi guru bahasa Inggris selama 22 Tahun pada MAN Cibadak, yaitu dari 1993 s/d 2015. Disamping itu saya juga menjadi pengajar Bahasa Inggris di STAI Kharisma Cicurug, dan Pengelola Kober Halima (Kelompok Bermain).

Prestasi yang pernah diraih adalah meraih juara 3 lomba keteladanan PNFI Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Motto kesuksesan saya "Man Jadda Wajada," (Barang siapa bersungguh-sungguh ia akan berhasil). Tiada kesuksesan yang dapat diraih dengan mudah. Kesuksesan akan didapat dengan kesungguhan dan pengorbanan. 

Bersyukur pada Allah SWT yang telah mempertemukan saya  dengan Abi Hasan. Lengkapnya Drs. M. Hasan, M.Si. Selain sebaga imam saya, beliau adalah pembimbing hidup saya. Dari Beliau saya mendapatkan permata hati berupa 3 orang anak yang lucu. Haniif Syahrizal, S.Pd., adalah anak pertamaku. Saat ini dia berwiyata bakti di sebuah SMA Negeri. Anaku kedua Hasbi Aprizal, S. Hum, seorang wiraswasta. Sedangkan anakku yang bungsu seorang gadis, saya beri nama Hasri Ahsanti. Saat ini dia masih kuliah di Poltekkes Negeri Bandung Semester 7. 

Kalau ditanya tentang orang yang paling berjasa dalam hidup saya adalah kedua orang tua dan nenek saya. Karena jerih payah kedua orang tua, saya ada dan bisa menjadi orang hingga saat ini. Beliaulah yang meletakkan dasar-dasar nilai dan agama yang pertama, sebelum saya mengetahuinya dari sekolah. Nenekku adalah pahlawanku. Yah nenek adalah sosok seorang ibu yang kasihnya sangat dalam dan luas bagiku. Mungkin kalau boleh saya ungkapkan, kasih nenek melebihi kasih ibuku, sangat dalam dan membekas.

Terimakasih Bu Hasanah lewat silaturrakhimnya, semoga sehat selalu, bahagia selalu...

Untuk Mengenal lebih dalam tentang Bu E Hasanah klik tautan ini

Rabu, 13 Januari 2021

Pentigraf, Duh Malunya

Hari ini aku mendapat jadwal mengajar pada jam pertama. Segala sesuatunya sudah kupersiapkan dari hari kemarin. Bahkan aku berusaha berangkat ke sekolah lebih awal dibanding pada hari lainnya.

Senang rasanya tiba di sekolah sesuai aturan yang telah disepakati. Guru dan karyawan tiba di sekolah 15 menit sebelum pukul 07.00 WIB. Aku berjalan melenggang dengan lega menuju ruang guru. Hampir 80 persen sudah berada di ruang guru. Aku langsung duduk di tempatku. Kanan kiriku kusapa seperti biasanya. Mereka masih nampak sumringah dan segar, karena masih pagi. Coba kalau sudah jam 12 an wajah mereka sudah pada berubah, terutama ibu-ibu.

Bel tanda masuk berbunyi sangat keras. Segera kukemasi perkengkapan mengajarku dan berdiri. Aneh pikirku, sudah setengah menit berlalu belum ada guru yang beranjak dari tempat duduknya. Sifat usilku muncul. Dengan suara emasku aku menyindir mereka dengan nyanyian jawa lagu teronge bunder. "Monggoh sami kondur ( ayo kita pulang)", maksudku sih hanya menyindir mereka. Lewat lagu itu aku mengajak mereka untuk bangkit dari duduknya untuk segera masuk kelas. Ternyata, ketika aku sedang menyanyi , kepala sekolah tepat di belakangki untuk salaman denganku. Bahkan tangannya sudah disenggolkan ke tubuhku sebagai kode mengajak bersalaman. Mungkin aku terlalu fokus dengan teman-teman yang ada di depanku, sehingga kehadiran pak kepala tidak kusadari. Aku menyadari kehadirannya setelah pak kepala menyentuhkan tangan ke tubuhku kali ke 2. Teman-teman sekelilingku melihat adegan tadi cekikikan tiada henti. Duh....maaf pak kepala....Salah siapa masuk lewat pintu belakang

#Jan13AISEIWritingChalleng

Pentigraf, Dul Kemplu sang Polisi Hebat

Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Pak Polisi. Tetanggaku ini memiliki wajah yang tampan, berkumis tebal, bodi  atletis dan p...

Postingan Populer